Pendapat Para Ahli dan Pakar Medis Mengenai Ionic Silver Water

Sejak ditemukannya antibiotika yang dijuluki obat dewa 70 tahun lalu, banyak cara pengobatan alamiah yang terbukti sangat ampuh dalam mengatasi masalah kesehatan menjadi terlupakan. Salah satunya adalah nano silver yang sudah dikenal sebagai pembunuh Bakteri sejak ribuan tahun yang lalu.

  • Silver dijadikan wadah oleh orang jaman dahulu untuk menaruh anggur, sehingga tidak mudah rusak.
  • Orang Romawi menaruh koin silver kedalam wadah penyimpanan susu agar tidak mudah basi.
  • Raja Tiongkok menggunakan sumpit silver dengan tujuan apabila makanannya diberi racun maka dapat dinetralisir.
  • Saat ini banyak barang elektronik, misalnya AC, mesin cuci bahkan laptop komputer, yang menggunakan silver (teknologi silver).
  • Silver merupakan satu-satunya Logam yang tidak mengandung racun.

Pendapat Dunia Medis Mengenai Ionic Silver GT:

WHO : Dapat membunuh kuman, virus, jamur dan bakteri pathogen yang sangat berbahaya bagi kehidupan dan dinyatakan sebagai alternatif medicine.

WHO : Perak dapat membunuh 99% bakteri dalam air. ( WHO / UNICEF, 2004, Skye McAllister Departemen Teknik Mesin Universitas of Wisconsin – Madison, 4 Mei 2005)

Perak adalah mineral alami yang dikategorikan sama seperti seng, kromium, kobalt, tembaga, besi, magnesium, molibdenum dan vanadium yang penting untuk memelihara kesehatan. Manusia secara alami mengkonsumsi 22-30 mcg perak per hari dari sumber alam yang terkandung dalam makanan dan air. ( Kehoe RA, Cholar, Story RV, A Spectrochemical Study of the Normal Range of Concentration of Certain Trace Metal in biological Material. J. Nutr. 1940, 19:579-592, Hamilton El, Minski MJ. Abundance of the Chemical Elements in Man”s Diet and Possible Relation with Environmental Factor 1972;2:375-395)

EPA : Merekomendasikan bahwa asupan diet manusia akan mineral perak dari sumber alami kurang dari 1800 mcg/kg/th ( U.S.EPA 1992. Drinking Water Criteria Document for silver, Washington, DC.ECAO-CIN-026. Final Draft).

Pada 3 November 1999 FDA Amerika melaporkan pencatatan sistem pelaporan kejadian yang merugikan (AERS) bahwa tidak menemukan hal apapun yang berhubungan terhadap kematian, reaksi alergi dan interaksi pencampuran obat atau obat yang diresepkan bila dikombinasikan dengan perak.

Ionic Silver GTOktober 2006 jurnal ilmiah Internasional Current Science, menyatakan Ionic Silver sebagai Alternatif Antimikroba. (Souza, A. De, D. Mehta, dan RW Leavitt, “aktivitas bakterisidal kombinasi Air Silver dengan 19 antibiotik terhadap tujuh strain mikroba.” Current Science I, Vol91,.No 7, 10 Oktober 2006).

Merck Manual of Diagnosis and Therapy (1999) Section 226 (Toxic Nephropathy), silver is not considered to be a heavy metal and it does not accumulate in the brain.

Pada 22 November 2006 di China International Silver Conference, dr. John Aspley, Executive Director of the Immunogenic Research FOundation (IMREF), menerangkan bahwa Ionic Silver telah digunakan sebagai antimikroba sejak tahun 1800 dan sejak saat itu terus digunakan untuk membantu mengobati penyakit infeksi.

Silver merupakan antibiotik alami yang sangat kuat dan sudah digunakan selama ribuan tahun. Dalam beberapa dekade terakhir ini, kalangan medis melihat adanya sebuah hubungan antara silver dengan sistem kekebalan tubuh alami manusia. Pada saat tubuh kita memiliki cukup kandungan silver, maka kita seperti memiliki kekebalan tubuh yang kedua.

Hippocrates “bapak obat” menyatakan bahwa silver sebagai penyembuh penyakit yang menguntungkan manusia karena bersifat antimikroba. Pada tahun 1900-an, silver memperoleh persetujuan peraturan sebagai antimikroba.

Berikut adalah beberapa pandangan dari para Dokter dan periset Ilmuwan silver :

dr. Robert O. Becker
” Apa yang kita lakukan sesungguhnya adalah menemukan kembali fakta yang sudah diketahui berabad-abad lalu bahwa silver merupakan pembunuh bakteri. Ketika antibiotik ditemukan, penggunaan silver secara klinis kemudian ditinggalkan.

Dr. Harry Margraf of St Louis
” Perak adalah yang terbaik kita miliki dalam bertempur membunuh seluruh kuman-kuman.”

Dr. Henry Crooks, Use of Colloids in Health Diseases
Saya tahu tidak ada mikroba yang tidak bisa dibunuh dengan Ionic Silver dalam percobaan di Laboratorium dalam waktu enam menit.

Ron Barnes, PhD., Pharmacist, Capital Drugs
Banyak strain mikroba pathogen, virus, jamur, bakteri bersel tunggal atau pathogen lainnya resisten terhadap antibiotik namun bisa dibunuh saat kontak dengan Ionic Silver dan bakteri tidak dapat bermutasi. Ionic silver tidak membahayakan bagi jaringan, sel enzim dan bakteri yang baik.

University of Texas and Mexico University in the Journal of Nanotechnology
Ionic Silver tidak hanya membunuh virus HIV, tetapi setiap virus yang diuji di Laboratorium.

Dr. Richard L. Davies Executive Director of the Silver Institute
Dalam empat tahun kami telah menjelaskan 87 kegunaan penting yang baru secara medis akan kegunaan dari perak. Kami hanya mulai melihat apa yang sejauh perak dapat lakukan untuk meringankan penderitaan.

The University Medical Center
Penelitian yang dilakukan pada tahun 1992 menyimpulkan bahwa perak membunuh semua virus maupun bakteri dengan cara kerjanya mengganggu respirasi kimia mikroba.

Dr. Bjorn Nordenstrom
Institute Karolinska di Swedia telah berhasil menggunakan perak sebagai komponen dalam perawatan kanker selama bertahun-tahun.

Ionic Silver GT membunuh bakteri Pathogen dengan cara melakukan penetrasi kedalam membran sel bakteri. Dengan ukurannya yang sangat kecil (nano partikel), penetrasi dari Ionic Silver GT dapat mengubah integritas membran sel, mengubah ikatan esensual protein dan DNA pada bakteri sehingga menjadi tidak stabil. Selanjutnya metabolisme sel mulai mengalami proses kehancuran dimana reaksi enzim esensial yang mengatur kehidupan sel bakteri menjadi lumpuh dan menyebabkan bakteri tidak bisa membelah diri, sementara sel-sel IMUN tubuh menjalankan fungsi fagositasnya dengan menelan dan menghancurkan bakteri (Journal Medicine, Eric J. Rentz, Florida USA, June 2003).

Dalam test yang dilakukan secara in-vitro pada tahun 1999 oleh beberapa Universitas terkenal (Bringham Young University, Northwestern University Medical School, Queen’s University Kanada, University arkansas for Medical Science, Jhon’s Hopkins University, dll) menunjukkan bahwa ionik kolodial perak memiliki kemampuan yang luas (broad spectrum) untuk membunuh berbagai kuman, termasuk Escherichia Coli, Staphylococcus Aureus, Streptococcus Pneumonia, Salmonella, Salmonella Typhimurium dan Haemophillus Influenza.